Rajapiano - Jaminan atau agunan dalam syarat penyaluran kredit adalah hal yang wajar dilakukan. Biasanya agunan yang diminta adalah barang hingga surat berharga.
Namun di China, ada sebuah layanan pemberi kredit yang meminta agunan foto bugil nasabah. Aneh memang, namun ini dilakukan karena pemberi kredit itu menilai banyak generasi milenial yang ingin mendapatkan kredit namun tak memiliki agunan.
Otoritas keamanan umum di Shenzhen belakangan ini membongkar sindikat yang sudah memiliki 300 nasabah, atau lebih pantas disebut korban. Kebanyakan korban meminjam uang untuk berjudi, gadget juga kosmetik. Bahkan satu wanita dilaporkan berutang sampai 1 juta yuan (US$ 147.200).
Seperti yang lainnya, dia diminta untuk mengirimkan video dan foto bugil ke anggota sindikat tersebut. Dia juga diminta berjanji untuk mengembalikan uang dalam waktu yang dijanjikan.
Polisi menemukan lusinan video disimpan di ponsel otak dari sindikat ini. Mereka menawarkan bunga yang sangat tinggi. Salah seorang korban pada koran lokal mengatakan bahwa dia meminjam 500 yuan dengan bunga hingga 30% per minggu. Syarat dia dapat utang itu adalah dengan mengirimkan foto selfie sambil memegang kartu identitas. Uangnya, ditransfer ke rekening dia.
Si rentenir kemudian menakut-nakuti bahwa foto bugilnya akan disebar online. Dia kaget, hanya dalam kurun 4 bulan, utangnya naik lebih dari dua kali lipat. Setelah diancam oleh si rentenir, dia meminta tolong keluarganya untuk membantu membayarkan agar fotonya tak disebar.





0 Comments